PERSIBANGGA MEMETIK KEMENANGAN ATAS TAMUNYA PERSIK KENDAL 2-1


PURBALINGGA – Dendam Persibangga Purbalingga terhadap Persik Kendal terbayarkan, pada laga di GOR Goentoer Darjono (GD) Purbalingga, Sabtu sore (28/4). Dua gol Persibangga hanya berbalas satu gol.

Kapten Persibangga, Fauzan Fajri dua kali melesakkan bola ke gawang lawan melalui tendangan penalti pada menit ke 60 dan 77. Sementara gawang Persibangga kebobolan melalui tendangan penalti oleh pemain tengah Persik Kendal, Imam Nur Hamzah pada menit ke 69.

Tendangan penalti dihadiahkan wasit Sumadi Otong kepada Persibangga setelah pemain belakang Persik Kendal menjegal striker Persibangga, Hari Nur Yulianto, di kotak terlarang. Eksekutor penalti, Fauzan Fajri dengan mulus mengecoh penjaga gawang Persik Kendal Saiful Amar. Bola meluncur deras ke sisi kanan gawang, jauh dari jangkauan si penjaga gawang. Skor 1-0 untuk Persibangga pada menit ke 60.

Sembilan menit kemudian, terjadi kemelut di depan gawang Persibangga. Tangan stopper Persibangga, Inggit Prayitno menyentuh bola di kotak penalti. Giliran tim tamu mendapat hadiah penalti. Tendangan Kapten Persik, Sendik Prskiyanto berhasil ditepis penjaga gawang Persibangga, Muaziz Syafii. Bola yang memantul disambar striker Persik Imam Nur Hamzah dan melesat ke tengah gawang Persibangga, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke 69.

Kedudukan imbang itu hanya bertahan delapan menit. Lagi-lagi, striker Hari Nur Yulianto dibikin tersungkur di kotak penalti. Kali ini oleh Treas Saputra, pemain belakang Persik.Tendangan penalti kedua oleh Kapten Persibangga Fauzan Fajri kembali membuah gol. Skor 2-1 untuk Persibangga bertahan hingga wasit membunyikan peluit panjang.

Pelatih Persibangga, Ahmad Muhariyah menuturkan, anak-anak asuhnya berhasil menunjukkan teknik bermain yang cukup bagus. Hanya saja, setiap kali mendekati gawang lawan selalu terburu-buru mencetak gol.

“Banyak sekali bola yang melenceng tipis dari mistar gawang. Karena terburu-buru,” ujar Ahmad Muhariyah.

Dengan kemenangan itu, Persibangga mengantongi tujuh poin. Hasil satu kali bermain seri melawan Persika Karawang dan dua kali kemenangan melawan Persipur Purwodadi dan Persik Kendal, pada putaran kedua Grup C Divisi I PSSI.

Prediksi Munchen vs Chelsea Di Final Liga Champions 2012


Prediksi Final Liga Champions 2012 Munchen vs Chelsea ~ Final Liga Champions antara Munchen vs Chelsea menjadi final yang tak pernah diduga oleh semua pihak, termasuk saya sendiri. Final liga Champions yang akan di gelar di kandang Munchen ini jelas saja memberikan keuntungan yang besar untuk Bayer Munich, tentu saja Munchen ingin untuk angkat trofi di kampung sendiri. Final yang akan di gelar pada tanggal 19 Mei 2012 di Allianz Arena ini akan jadi final yang menurut saya kurang ngreget. Bukan hendak meremehkan kedua tim, namun memang final ini juga sama persis pada tahun 2004 yang lalu ketika Porto vs As Monaco, tim yang tak diunggulkan justru bisa tampil di partai puncak.

Lalu bagaimana dengan peluang kedua tim di partai final Liga Champions 2012 ini?
Chelsea yang pada semifinal mampu menjungkalkan juara bertahan Bercelona dengan agregat 3-2 memiliki ambisi untuk menjuarai turnamen yang belum pernah mereka cicipi ini, sang pelatih tangan dingin Di Mateo punya ambisi yang sama dengan pemilik klub. Hanya saja mereka justru harus melakoni duel hidup mati ini dikandang Munchen. Prediksi final liga Champions 2012 sungguh memberikan teka-teki yang unik, karena kedua tim belum pernah sebelumnya bersua di partai puncak.

The Bavarians sebutan untuk Munchen yang dengan mental juaranya mampu mempecundangi Real Madrid dengan drama adu pinalty tentu saja memberikan suntikan moril tak kalah tinggi dibanding Chelsea. Keberhasilan menyingkirkan favorite juara liga Champions ini, menjadi bukti nyata bagaimana kekuatan mental sang tuan rumah.

Lalu bagaimana dengan peluang kedua tim di partai final liga Champions 2012? Berikut fakta-fakta seputar kedua tim. Setelah mengetahui fakta-fakta dibawah ini, anda akan menyadari dan mulai bisa memberikan penilaian secara objektif, kira-kira tim mana yang bakal jadi juara liga Champions 2012.

Pemain Chelsea yang harus absen di partai Final Liga Champions 2012 :
Ada 4 pemain inti Chelsea yang dipastikan tidak akan bisa tampil di partai puncak diantaranya :
1. Branislav Ivanovic (akumulasi kartu kuning)
2. Ramires (akumulasi kartu kuning)
3. Raul Meireles (akumulasi kartu kuning)
4. John Terry (Kartu Merah di partai semifinal, otomatis mustahil tampil di final, namun UEFA memberikan kemudahan, Jika Chelsea berhasil jadi kampium, Terry di ijinkan untuk angkat trofi. Mengurangi rasa galau pastinya hehehe)

Pemain Munchen yang harus absen di partai final Liga Champions 2012 :
Di kubu Munchen sedikit lega, karena hanya beberapa pilarnya saja yang dipastikan tak bisa tampil di partai puncak, ketiga pemain ini terkena akumulasi kartu kuning, diantaranya :
1. Holger Badstuber
2. David Alaba
3. Luiz Gustavo

Head to Head Munchen Vs Chelsea
Jika dilihat dari head to head kedua pemain, mulai dari bek. Jelas Munchen di unggulkan dari segi skill individu maupun dari pola permainan. Mengapa? Anda bisa melihat bahwa Munchen mampu bertahan secara baik begitu juga dalam hal penyerangan. Di kubu Chelsea sendiri, sangat kokoh di pertahanan namun hilangnya Terry dan Branislav Ivanovic jelas menyisakan lubang di area pertahanan ditambah hilangnya Meireles sebagai gelangan bertahan plus Ramires sebagai gelandang jangkar tentu jadi duka untuk Chelsea dan akan memberikan ruang untuk Rabbery, Sebastian dan Robben untuk mengobrak-abrik lini tengah Chelsea. Prediksi Pertandingan Final Liga Champions 2012 antara Munchen vs Chelsea secara head to head dimenangkan oleh Munchen.

Chelsea mungkin akan mengandalkan serangan balik, sama persis dengan strategi yang mereka terapkan ketika menyingkirkan Barcelona, di kubu Munchen sendiri, sepertinya akan cenderung bermain dengan gaya Jerman yang bagus dalam hal bertahan juga menyerang.

Prediksi Final Liga Champions 2012 Munchen vs Chelsea saya bisa katakan 70 untuk Munchen dan 30 untuk Chelsea.

Budidaya Kentang


KENTANG(Solanum tuberosum L) merupakan sumber utama karbohidrat, sehingga menjadi komoditi penting. Petani Kentang di Desa Kutabawa berupaya meningkatkan produksi kentang nasional secara kuantitas, kualitas dan tetap berdasarkan kelestarian lingkungan (Aspek 3K).

SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim
Curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun, lama penyinaran 9-10 jam/hari, suhu optimal 18-21 °C, kelembaban 80-90% dan ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl.

2.2. Media Tanam
Struktur remah, gembur, banyak mengandung bahan organik, berdrainase baik dan memiliki lapisan olah yang dalam dan pH antara 5,8-7,0.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
- Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram, umur 150-180 hari, tidak cacat, dan varitas unggul. Pilih umbi berukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas dan hanya sampai generasi keempat saja. Setelah tunas + 2 cm, siap ditanam.
- Bila bibit membeli (usahakan bibit yang bersertifikat), berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa/dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi direndam dulu menggunakan POC NASA selama 1-3 jam (2-4 cc/lt air).

3.2. Pengolahan Media Tanam
Lahan dibajak sedalam 30-40 cm dan biarkan selama 2 minggu sebelum dibuat bedengan dengan lebar 70 cm (1 jalur tanaman)/140 cm (2 jalur tanaman), tinggi 30 cm dan buat saluran pembuangan air sedalam 50 cm dan lebar 50 cm.
Natural Glio yang sudah terlebih dahulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 minggu, ditebarkan merata pada bedengan (dosis : 1-2 kemasan Natural Glio dicampur 50-100 kg pupuk kandang/1000 m2).

3.3. Teknik Penanaman
3.3.1. Pemupukan Dasar
a. Pupuk anorganik berupa urea (200 kg/ha), SP 36 (200 kg/ha), dan KCl (75 kg/ha).
b. Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secukupnya secara merata di atas bedengan, dosis 1-2 botol/ 1000 m². Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA dengan cara :
alternatif 1 : 1 botol Super Nasa diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram 10 meter bedengan.
Penyiraman POC NASA / SUPER NASA dilakukan sebelum pemberian pupuk kandang.
c. Berikan pupuk kandang 5-6 ton/ha (dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam) satu minggu sebelum tanam,

3.3.2. Cara Penanaman
Jarak tanaman tergantung varietas, 80 cm x 40 cm atau 70 x 30 cm dengan kebutuhan bibit + 1.300-1.700 kg/ha (bobot umbi 30-45 gr). Waktu tanam diakhir musim hujan (April-Juni).

3.4. Pemeliharaan Tanaman
3.4.1. Penyulaman
Penyulaman untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh/tumbuhnya jelek dilakukan 15 hari semenjak tumbuh.

3.4.2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan minimal dua kali selama masa penanaman 2-3 hari sebelum/bersamaan dengan pemupukan susulan dan penggemburan.

3.4.3. Pemangkasan Bunga
Pada varietas kentang yang berbunga sebaiknya dipangkas untuk mencegah terganggunya proses pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsur hara.

3.4.4. Pemupukan Susulan
a. Pupuk Makro
Urea/ZA: 21 hari setelah tanam (hst) 300 kg/ha dan 45 hst 150 kg/ha.
SP-36: 21 hst 250 kg/ha.
KCl: 21 hst 150 kg/ha dan 45 hst 75 kg/ha.
Pupuk makro diberikan jarak 10 cm dari batang tanaman.
b. POC NASA: mulai umur 1 minggu s/d 10 atau 11 minggu.
Alternatif I : 8-10 kali (interval 1 minggu sekali dengan dosis 4 tutup/tangki atau 1 botol (500 cc)/ drum 200 lt air.
Alternatif II : 5 - 6 kali (interval 2 mingu sekali dengan dosis 6 tutup/tangki atau 1,5 botol (750 cc)/ drum 200 lt air.
c. HORMONIK : penyemprotan POC NASA akan lebih optimal jika dicampur HORMONIK (dosis 1-2 tutup/tangki atau + 2-3 botol/drum 200 liter air).

3.4.5. Pengairan
Pengairan 7 hari sekali secara rutin dengan di gembor, Power Sprayer atau dengan mengairi selokan sampai areal lembab (sekitar 15-20 menit).

3.5. Hama dan Penyakit
3.5.1. Hama
Ulat grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat menyerang daun hingga habis daunnya. Pengendalian: (1) memangkas daun yang telah ditempeli telur; (2) penyemprotan Natural Vitura dan sanitasi lingkungan.

Kutu daun (Aphis Sp)
Gejala: kutu daun menghisap cairan dan menginfeksi tanaman, juga dapat menularkan virus. Pengendalian: memotong dan membakar daun yang terinfeksi, serta penyemprotan Pestona atau BVR.

Orong-orong (Gryllotalpa Sp)
Gejala: menyerang umbi di kebun, akar, tunas muda dan tanaman muda. Akibatnya tanaman menjadi peka terhadap infeksi bakteri. Pengendalian: Pengocoran Pestona.

Hama penggerek umbi (Phtorimae poerculella Zael)
Gejala: daun berwarna merah tua dan terlihat jalinan seperti benang berwarna kelabu yang merupakan materi pembungkus ulat. Umbi yang terserang bila dibelah, terlihat lubang-lubang karena sebagian umbi telah dimakan. Pengendalian : Pengocoran Pestona.

Hama trip ( Thrips tabaci )
Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak berwarna putih, berubah menjadi abu-abu perak dan mengering. Serangan dimulai dari ujung-ujung daun yang masih muda. Pengendalian: (1) memangkas bagian daun yang terserang; (2) mengunakan Pestona atau BVR.

3.5.2. Penyakit
Penyakit busuk daun
Penyebab: jamur Phytopthora infestans. Gejala: timbul bercak-bercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak basah hingga warnanya berubah menjadi coklat sampai hitam dengan bagian tepi berwarna putih yang merupakan sporangium dan daun membusuk/mati. Pengendalian: sanitasi kebun. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit layu bakteri
Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum. Gejala: beberapa daun muda pada pucuk tanaman layu dan daun tua, daun bagian bawah menguning. Pengendalian: sanitasi kebun, pergiliran tanaman. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit busuk umbi
Penyebab: jamur Colleotrichum coccodes. Gejala: daun menguning dan menggulung, lalu layu dan kering. Bagian tanaman yang berada dalam tanah terdapat bercak-bercak berwarna coklat. Infeksi akan menyebabkan akar dan umbi muda busuk. Pengendalian: pergiliran tanaman , sanitasi kebun dan penggunaan bibit yang baik. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam

Penyakit fusarium
Penyebab: jamur Fusarium sp. Gejala: busuk umbi yang menyebabkan tanaman layu. Penyakit ini juga menyerang kentang di gudang penyimpanan. Infeksi masuk melalui luka-luka yang disebabkan nematoda/faktor mekanis. Pengendalian: menghindari terjadinya luka pada saat penyiangan dan pendangiran. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit bercak kering (Early Blight)
Penyebab: jamur Alternaria solani. Jamur hidup disisa tanaman sakit dan berkembang di daerah kering. Gejala: daun berbercak kecil tersebar tidak teratur, warna coklat tua, meluas ke daun muda. Permukaan kulit umbi berbercak gelap tidak beraturan, kering, berkerut dan keras. Pengendalian: pergiliran tanaman. Pencegahan : Natural Glio sebelum/awal tanam

Penyakit karena virus
Virus yang menyerang adalah: (1) Potato Leaf Roll Virus (PLRV) menyebabkan daun menggulung; (2) Potato Virus X (PVX) menyebabkan mosaik laten pada daun; (3) Potato Virus Y (PVY) menyebabkan mosaik atau nekrosis lokal; (4) Potato Virus A (PVA) menyebabkan mosaik lunak; (5) Potato Virus M (PVM) menyebabkan mosaik menggulung; (6) Potato Virus S (PVS) menyebabkan mosaik lemas. Gejala: akibat serangan, tanaman tumbuh kerdil, lurus dan pucat dengan umbi kecil-kecil/tidak menghasilkan sama sekali; daun menguning dan jaringan mati. Penyebaran virus dilakukan oleh peralatan pertanian, kutu daun Aphis spiraecola, A. gossypii dan Myzus persicae, kumbang Epilachna dan Coccinella dan nematoda. Pengendalian: tidak ada pestisida untuk mengendalikan virus, pencegahan dan pengendalian dilakukan dengan menanam bibit bebas virus, membersihkan peralatan, memangkas dan membakar tanaman sakit, mengendalikan vektor dengan Pestona atau BVR dan melakukan pergiliran tanaman.

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

3.6. Panen
Umur panen pada tanaman kentang berkisar antara 90-180 hari, tergantung varietas tanaman. Secara fisik tanaman kentang sudah dapat dipanen jika daunnya telah berwarna kekuning-kuningan yang bukan disebabkan serangan penyakit; batang tanaman telah berwarna kekuningan (agak mengering) dan kulit umbi akan lekat sekali dengan daging umbi, kulit tidak cepat mengelupas bila digosok dengan jari.